WORKSHOP PEMBUATAN OVITRAP UNTUK PENANGGULANGAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA BEJALEN

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat (Public Health Problem) yang signifikan di Indonesia. Sebagai daerah tropis, kondisi iklim dan kelembapan udara menjadi faktor pendukung utama pesatnya perkembangbiakan vektor penular virus Dengue, yaitu nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Peningkatan mobilitas penduduk dan perubahan pola iklim global turut memperluas sebaran kasus DBD, tidak hanya di kawasan perkotaan tetapi juga hingga ke pedesaan, termasuk di Desa Bejalen. Penanganan kasus DBD yang efisien memerlukan pendekatan preventif ketimbang kuratif, mengingat pengobatan DBD hingga saat ini masih bersifat suportif untuk mengendalikan gejala.

Melalui penyuluhan dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan, kesadaran kolektif masyarakat dapat dibentuk untuk menjalankan tindakan preventif secara mandiri. Salah satu pencegahan yang cukup efektif dilakukan masyarakat dengan pembuatan ovitrap atau perangkap telur nyamuk dengan nilai ekonomis yang tinggi dan ramah lingkungan.

Pada Jumat, 14 Agustus 2026 mahasiswa KKN dari UPGRIS Semarang mengadakan Workshop Pembuatan Ovitrap untuk Penanggulangan DBD di Desa Bejalen. Bertempat di Balai Desa Bejalen dengan menghadirkan Ketua RW, Ketua RT, dan perwakilan masyarakat dan Narasumber Bapak Sunaryono, S.K.M. dari UPTD Puskesmas Ambarawa.

Dengan alat dan bahan yang mudah didapat oleh masyarakat, ovitrap menjadi pengendali populasi nyamuk yang cukup efektif. Melalui workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga, melatih keterampilan membuat alat pengendali vektor yang murah dari barang bekas, menekan populasi nyamuk penular Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti), serta memutus siklus hidup nyamuk secara ramah lingkungan